Rabu, 13 Desember 2017
Syalom aleikhem.
Tahun 50-an Masehi, warta agama Kristen makin meluas: dari Palestina menyebar ke Asia Kecil, Afrika Utara, Eropa. Hampir di setiap wilayah Kekaisaran Romawi sudah ada orang Kristen. Wilayah Romawi luas sekali, meliputi hampir semua wilayah Eropa bagian selatan, Asia bagian barat, dan Afrika bagian utara. Orang Kristen telah ada di setiap tempat itu kira-kira tahun 60-an Masehi.
Masa Aniaya (Tahun 64 – 313 Masehi)
Penyebaran itu menimbulkan masalah. Orang Romawi punya agama sendiri. Oleh kaisar (maharaja), semua orang dalam wilayah kekuasaan Romawi diharuskan menyembah dewa-dewi: Yupiter, Merkurius, Venus, dsb. Orang Kristen tak mau tunduk pada perintah semacam itu. Orang Kristen tak mau taat pada Kaisar Romawi.
Akibatnya fatal, orang Kristen dianiaya mulai tahun 64 sewaktu kota Roma terbakar dan umat Kristen dituduh sebagai pelaku pembakaran. Umat Kristen dikejar-kejar untuk dihukum siksa atau mati. Mereka hidup dalam kesulitan dan tak bisa beribadat terang-terangan. Ibadat dilakukan sembunyi-sembunyi sebab kalau ketahuan nyawa umat bisa melayang. Masa aniaya berlangsung tahun 64 – 313, kira-kira 250 tahun lamanya.
Pada masa aniaya banyak muncul martir, yaitu orang Kristen yang mengurbankan nyawanya demi kesetiaan pada iman. Ada martir yang dibakar hidup-hidup, digoreng, dipanggang, diadu dengan singa atau banteng, dsb.
Agama dan Negara Bersatu
Tahun 313 berakhir penderitaan umat Kristen akibat penganiayaan oleh orang Romawi. Tahun itu Kaisar Konstantinus Agung – menjadi kaisar tahun 306 – mengumumkan maklumat tentang kebebasan memeluk agama di wilayah Kekaisaran Romawi. Maklumat itu dikeluarkan di kota Milan; maka disebut Maklumat Milan.
Maklumat itu memberikan kebebasan kepada semua agama di wilayah Romawi. Agama Kristen pun bebas. Umat Kristen tak lagi beribadat sembunyi-sembunyi. Lagipula, Kaisar Konstantinus punya simpati kepada agama Kristen. Kaisar berharap agama Kristen turut serta membangun negara dengan kerohaniannya. … BERSAMBUNG.
Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katkiter
Rabu, 20 Desember 2017 Syalom aleikhem. Riwayat berlanjut. Kaisar Konstantinus Agung dibaptis. Agama Kristen mendapat tempat di dalam masyarakat Romawi, juga di kalangan penguasa dan bangsawan. Karena sudah ada kebebasan beragama, masyarakat luas yang tertarik pada agama Kristen tak takut dibaptis. Jumlah umat pun melonjak tinggi. Romawi Menjadi Kristen Lagipula, Kaisar Theodotius, pengganti Konstantinus, juga bersimpati kepada agama Kristen. Ia mengeluarkan dekrit yang isinya: “Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.” Karena diangkat jadi agama resmi, pelan-pelan agama Kristen menggeser agama dewa-dewi Romawi. Dalam beberapa puluh tahun saja, hampir seluruh Romawi sudah menjadi Kristen. Setelah jadi agama negara, Kristen mendapat banyak kemudahan. Terjadilah persatuan antara agama dan negara. Gereja kini main kuasa sebab amat menyatu dengan negara. Gereja menikmati keuntungan dari persatuan itu. Banyak gedung gereja dibangun, fasilitas ibadat makin lengkap, basilika (gedun...